Persiapan Mepet Tak Halangi UKM Paramatags Juara
![]() |
| Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby |
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Kampus Merah Putih. Minggu, (30/9) Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UKM Paramatags) memboyong piala dalam UINSA Choir Competition 2019. Kompetisi paduan suara tingkat provinsi Jawa Timur ini diselenggarakan oleh UKM Paduan Suara Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya bersama dengan 3 lomba lainnya yakni Lomba Qasidah, Rabana, dan Singing Competition. Dalam kompetisi ini UKM Paramatags mengirimkan 33 anggota terbaiknya dengan 22 putri dan 11 putra. “Alhamdulillah kami tidak menyangka bisa menjadi pemenangnya dari 30 peserta. Bangga karena semua perjuangan terbayar. Kami latihan intensif setiap hari sampai pukul 10-11 malam,” kata Adinda Septia Thalia Putri - Ketua UKM Paramatags saat diwawancarai di Kantor Humas pada Selasa, (1/10).
Dengan balutan pakaian adat Bali, lagu Janger dan Rayuan Pulau Kelapa yang dinyanyikan UKM Paramatags sukses membius penonton dan juri. Restin Alfinda Zai yang hadir bersama Adinda mengaku pesimis karena minimnya waktu latihan, “Dari awal kami tidak yakin menang. Karena kami hanya latihan selama dua minggu. Belum lagi kami sempat kesulitan mencari personel, bahkan tujuh hari sebelum lomba ada tiga orang yang mengundurkan diri. Sehingga kami melakukan seleksi personel. Latihan kami sangat kurang maksimal. Jadi saat menang kami shock, percaya tidak percaya.”
Pelatih, kata Restin adalah sumber semangat, “Saat latihan kami sudah pesimis tidak juara. Tetapi kami terus disemangati oleh pelatih kami. Akhirnya kami nekad untuk tetap mengikuti lomba dan mencoba berpikir positif. Perkara menang itu bonus dan harus disyukuri.” Anggota baru-Agus Wijayanto merasa senang bisa berpartisipasi mengingat dirinya adalah anggota baru dan baru akan mengikuti Diklat UKM Paramatags pada 15-17 November. “Saya anggota baru tetapi langsung dipercaya ikut lomba, tentunya dengan seleksi terlebih dahulu. Seru karena bisa menambah pengalaman dan juga teman. Bangga sudah pasti karena pertama kali ikut lomba dan bisa langsung menang,” katanya.
Adinda, Restin maupun Agus menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak. “Terima kasih kepada pelatih kami, Dewi Maya Fitriana yang yang sudah sangat sabar membimbing kami dan mau membatalkan jadwal demi mendukung kami. Terima kasih Biro Kemahasiswaan dan Alumni yang sudah mendukung atas dukungan moril dan materil. Terima kasih untuk anggota dan alumni yang membantu selama proses hingga saat lomba,” ujar Adinda. Dia berharap, “Harapan kami bisa diberi pelatih dan uang pembinaan. Kalau mau bagus harus didukung.” (Um/Ze)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar